Petugas keamanan di stasiun kemudian berkumpul untuk mengevakuasi ibu yang akan melahirkan. Namun ibu itu merasa tidak kuat dan menyampaikan perutnya sedang mengalami kontraksi karena sedang hamil besar.
KRL tersebut pun berhenti untuk sementara waktu selama proses penanganan penumpang. Petugas berkoordinasi seefektif mungkin dalam kondisi dikejar waktu.
Petugas kesehatan Stasiun Rawabuntu, Annisa (22), lalu dipanggil untuk membantu proses persalinan. Dia mengatakan persalinan berjalan cepat.
"Saya langsung masuk ke kereta dibantu oleh PKD. Nah, setelah itu ibu melahirkan itu enggak lama, 1 sampai 2 menit. Dan memang ibunya itu tetap tenang, dianya juga enggak yang kayak kesakitan gitu," kata Annisa.
Penumpang wanita lain di dalam kereta membentangkan kain putih untuk menutupi proses lahiran. Setelah bayi lahir, Annisa mengecek kondisi kesehatan dan pernapasan kemudian menjaga bayi itu agar hangat. Dia juga memanfaatkan jaket dan sarung dari musala stasiun untuk menggendong bayi tersebut.
"Alhamdulillahnya juga ibu dan bayinya selamat. Karena kan butuh penanganan lebih lanjut, maka saya dan petugas lainnya, PKD, dan petugas-petugas tim RU melakukan rujukan ke faskes terdekat dan itu alhamdulillah bayinya dan ibunya selamat." kata Annisa.