"Kalau seniman tidak paham tentang politik, dia hanya akan diperalat sebagai alat kampanye untuk parpol tertentu. Dan saya tidak pernah akan rela untuk itu," tegasnya berapi-api.
Guruh juga mengajak semua masyarakat untuk dapat membantu terciptanya generasi muda yang mengerti ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
Dia menilai bahwa akhir-akhir ini banyak orang yang mulai lupa dan meninggalkan Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karenanya, Guruh selalu memasukkan roh pembangkit rasa nasionalisme ke dalam syair lagu-lagunya.
"Maka, boleh disimak syair semua lagu saya dari 1976 sarat akan makna untuk ikut membangkitkan kesadaran bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan antipenjajahan, yang masih ada sampai sekarang," jelasnya.
Pria kelahiran Jakarta, 58 tahun yang lalau, itu juga menceritakan pengalamannya ketika menyampaikan pendapatnya melalui seni.