NADIKABAR.COM — Bayi prematur di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan bobot tubuh 1,5 kilogram berhasil lahir dengan selamat melalui operasi caesar darurat. Meski fasilitas kesehatan terbatas karena mengalami kerusakan parah akibat gempa, dokter bedah setempat berhasil menyelamatkan nyawa anak tersebut.

dr Restu, adalah dokter yang bertugas menangani persalinan tersebut. Kejadian itu, menurutnya, terjadi tak lama setelah gempa, pada 15 Agustus 2026.

Dalam kunjungannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berdialog dengan dr Restu.

dr Restu bercerita bagaimana akses menuju fasilitas kesehatan rujukan terputus imbas kerusakan jalan dan jembatan. Kondisi tersebut itu jelas membuat tim medis harus mengambil keputusan cepat demi menyelamatkan ibu dan bayinya.

"Waktu itu saya pertimbangkan rencana SC Cito, tapi jalur rujukan terputus. Jembatan rusak, jalan rusak," beber dr Restu, dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Kamis (20/6/2026).

Operasi akhirnya dilakukan di dekat pintu masuk gedung yang masih dapat digunakan. Tindakan tersebut dilakukan dengan keterbatasan fasilitas dan peralatan medis akibat kondisi pascagempa.