Gempa juga berdampak pada pelayanan kesehatan. Dua rumah sakit utama, yakni RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, tidak dapat beroperasi secara normal. Selain itu, tiga bangunan puskesmas mengalami kerusakan.

Dalam kondisi tersebut, Kemenkes menetapkan tiga prioritas penanganan. Pertama, mempercepat identifikasi dan pelayanan pasien melalui sistem triase dalam 3-5 hari ke depan.

Pasien kritis akan langsung dirujuk ke rumah sakit, sementara pasien dengan luka ringan ditangani di puskesmas maupun tenda darurat.

Prioritas kedua adalah memperbaiki fasilitas kesehatan yang rusak. Kemenkes menargetkan pembangunan maupun renovasi fasilitas tersebut dapat rampung dalam waktu 8-12 bulan.

Sedangkan prioritas ketiga adalah penanganan trauma psikologis warga. Ketakutan terhadap gempa susulan menjadi salah satu perhatian pemerintah setelah bencana.