Situasi memburuk ketika keluar dari lokasi acara menuju kendaraan. Ia mulai merasakan, dampak paparan abu vulkanik yang menyerang penglihatan secara tiba-tiba.
"Pas keluar nunggu mobil, mata saya tiba-tiba sakit sekali dan perih sekali. Begitu mobil datang dan lampunya menyala, partikel-partikel debunya kelihatan sekali berterbangan di depan cahaya lampu itu," kenangnya.
Kepanikan memuncak saat melihat kondisi kendaraan yang akan ditumpanginya. Lapisan abu vulkanik yang cukup tebal sudah menutupi seluruh mobil. Ia bersama timnya kemudian berusaha mencari perlindungan diri berupa masker, namun stok di berbagai tempat sudah ludes terjual.