NADIKABAR.COM — Kafilah atau rombongan peserta Papua Tengah rela menempuh jarak jauh hingga ke Jawa Tengah (Jateng) untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional XXXI tahun 2026. Berikut kisah mereka.
Puluhan peserta asal Papua Tengah itu datang ke PRPP Jateng di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, untuk melakukan registrasi ulang MTQ Nasional 2026 pada Jumat (11/9). Ada pula beberapa peserta yang masih anak-anak.
Ketua kafilah Papua Tengah, Wahyu Budi Santoso, menyebut ada 28 peserta asal Papua Tengah. Mereka berangkat menggunakan pesawat pada Kamis (10/9).
"Nah, untuk kegiatan MTQ ini, Papua Tengah ini baru pertama kali," kata Wahyu saat ditemui NadiKabar di PRPP Jateng, Jumat (11/9/2026)
Adapun kafilah Papua Tengah pertama kali dibentuk pada 2022. Para peserta berasal dari delapan kabupaten.
Mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti MTQ Nasional di Jateng sejak Juli. Pelatihan dilakukan di Kabupaten Nabire dan Timika.
"Alhamdulillah semuanya persiapan lancar karena seluruh kabupaten mendukung kami," terangnya.
Wahyu menyebut 28 peserta itu mengikuti hampir seluruh cabang lomba. Hanya cabang Musabaqah Hapalan Al-Qur'an Golongan 20 juz yang tidak diikuti.
Dia menyebut peserta paling muda yakni masih duduk di kelas 3 SD dengan lomba yang diikuti adalah tartil. Adapun peserta muda lainnya yang masih kelas 5 SD mengikuti lomba tilawah.
Peserta asal Papua Tengah juga digembleng di Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) kabupaten. Sebab, jarak tim redaksi kabupaten satu dan lainnya dinilai jauh.
"Kami mempercayakan kepada LPTQ-LPTQ kabupaten untuk membina mereka. Karena kan kami di pihak provinsi jauh ke masing-masing kabupaten," tuturnya.
Seorang peserta asal Papua Tengah, Zalfa Zahiyah Putri (20), mengikuti lomba MTQ Nasional 2026 cabang Musabaqah Hapalan Al-Qur'an Golongan 5 Juz dengan Tilawah. Dia pun menghapal Al-Qur'an di sebuah pondok sejak SMP.
Putri telah siap berlomba bahkan sejak sebelum seleksi tingkat provinsi dimulai. Artinya, sudah lima tahun dia menggeluti hapalan Al-Qur'an dan tilawah.
Bagi Putri, menghapal dan melantunkan Al-Qur'an dengan tilawah begitu menantang. Ada dua kali sesi pertanyaan yang bakal dilontarkan saat lomba.
"Sudah pasti lebih menantang, ya, Mas. Soalnya sudah tilawah, terus nanti dikasih pertanyaan lagi. Jadi dua kali deg-degan kitanya," ungkap Putri.
Putri juga menjalani puasa sunnah Senin dan Kamis untuk persiapan mengikuti MTQ Nasional 2026. Dia juga rela untuk menyisihkan banyak waktu bermainnya.
"(Untuk persiapan) Puasa Senin Kamis. Terus juga waktu mainnya dikurangin dengan teman-teman. Jadi waktu dengan teman-teman saya tuh otomatis berkurang, jadi lebih lebih ke banyak waktu sendiri buat menghafal (Al-Qur'an)," kisahnya.
Adapun perjalanan Putri mempelajari tilawah Al-Qur'an dimulai dari inspirasi kakaknya. Kakaknya juga pernah menjuarai lomba tilawah.
Putri sendiri bukan orang baru dalam lomba MTQ. Dia mengaku telah lima kali mengikuti lomba serupa di tingkat nasional.
"Alhamdulillah ini sudah yang kelima kali," ungkapnya.
Peserta asal Papua Tengah berusia 10 tahun, Farzan Dirgantara Fauzi, jauh-jauh terbang ke Semarang untuk mengikuti MTQ Nasional 2026. Bocah yang masih duduk di kelas 5 SD itu mengikuti lomba Musabaqah Seni Baca Alquran Golongan Anak-anak.
Perlombaan kali ini bukan pertama kalinya bagi Fauzi. Dia mengaku telah mengikuti lomba tilawah empat kali.
"Sudah empat kali (mengikuti lomba tilawah Al-Qur'an)," kata Fauzi.
Meski masih muda, Fauzi ternyata sudah bisa membaca Al-Qur'an sejak usia empat tahun. Sejak itu pula, dia mulai belajar membaca Al-Qur'an dengan nada.
"Dari empat tahun, sebelum TK (bisa membaca Al-Qur'an)," terangnya.
Dia tidak menempuh pendidikan formal khusus Ilmu Al-Qur'an. Fauzi belajar di masjid sekitar rumahnya. Fauzi berusaha untuk tidak gugup saat mengikuti lomba. Dia pun telah menata mentalnya.
"Jangan gugup sama siapkan mental," tegasnya.