NADIKABAR.COM — Ratusan murid dari MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong di Kecamatan Gembong, Pati, diduga alami keracunan makan bergizi gratis (MBG). Para korban mengungkap mereka mengalami mual dan diare setelah menyantap menu MBG berupa nasi bakar dan ayam suwir yang disajikan kemarin (8/9).

"Kemarin nasi bakar ada ayam suwir, agak manis, ada telur, kering itu saja," kata salah satu murid MTs Negeri 3 Pati, Tania, ditemui Rabu (9/9/2026).

Tania mengatakan, setelah makan MBG tersebut, dia mengalami mual dan sakit perut mulai malam. Ia bercerita pagi tadi, dirinya masih megalami mual. Untungnya, kondisinya tidak sampai membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.

"Ada perut sakit, mual. Tadi malam sakit perut, mual gitu," jelasnya.

Hal senada disampaikan murid Kelas 8 MTs Negeri 3 Pati, Andiani. Ia mengaku juga menyantap nasi bakar dan ayam suwir yang dibagikan kemarin.

"Belum ada hari ini, itu MBG kemarin," ungkap Andiani ditemui di lokasi.

Andiani mengatakan mulai mengalami perut sakit dan mual dari malam. Ia pun merasakan ingin muntah.

"Yang dirasakan perut sakit, pengin muntah," jelasnya.

Dia mengaku tidak curiga terhadap MBG yang diterima kemarin. Sebab makanannya secara sekilas tidak basi. Justru menurutnya rasanya enak.

"Pas dimakan nggak basi, malah enak," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Natsir berharap agar MBG dihentikan saja. Dia khawatir siswa-siswa akan menjadi korban keracunan MBG.

"Kalau bisa ditutup, apa diganti uang, yang penting ditutup agar tidak meresahkan orang tua," jelasnya ditemui di lokasi.

"Waswas lah, di rumah tidak kenapa-kenapa, ini malah dapat kabar keracunan," lanjut dia.

Untuk diketahui, dua sekolah itu adalah SMP Negeri 1 Gembong dan MTS Negeri 3 Pati. Lokasi dua sekolah di satu wilayah Kecamatan Gembong.

Di SMP Negeri 1 Gembong terdapat 103 siswa dan 13 guru mengalami mual dan diare. Kemudian di MTS Negeri 3 Pati ada 127 siswa dan 30 guru yang mengalami mual dan diare setelah menyantap MBG.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo mengatakan sampel menu MBG berupa nasi bakar, ayam suwir, telur, dan tempe akan diuji laboratorium. Uji laboratorium dilakukan di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

"Sampel makanan yang disajikan kemarin semua kita ambil dari bank sampel SPPG untuk dilakukan uji laboratorium di Provinsi Jawa Tengah," kata Luky saat ditemui di SMP Negeri 1 Gembong, Rabu (9/9/2026).

Luky mengatakan hasil laboratorium baru diketahui 1 sampai 2 minggu kemudian.

Ia menambahkan, para siswa yang mengalami mual dan diare sebagian besar dilarikan ke rumah sakit. Sementara siswa dengan keluhan ringan sudah ditangani di sekolah.

"Kondisi di sekolah masih bisa ditangani, yang lain dibawa ke Puskesmas dan rumah sakit," tutur dia.