Ia bercerita, Febiona merupakan siswi berprestasi di sekolahnya. Ia kerap mendapatkan ranking pertama di kelas dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS.

Sejak kejadian keracunan massal karena MBG dan menjalani perawatan, Febiona sangat ingin segera masuk sekolah. Namun karena kondisi yang belum memungkinkan, ia harus menunda hal tersebut.

"Selama ini belajar dia juara satu. Mulai dari kelas satu dia semester awal, dia juara satu. Terus dia wakil ketua OSIS di sekolahnya. Makanya dia selalu bilang, "Aku mau sekolah, aku mau sekolah," katanya. Ya tapi kayak mana kita ngasih dia mau sekolah?" ungkap Elvinus.

Saat ini, kata Elvinus, kondisi Febiona masih belum pulih sepenuhnya. Lidah Febiona sedikit masuk ke dalam dan menyebabkan dia kesulitan berbicara.

"Kondisinya sekarang itu tadi, lidahnya agak masuk ke dalam. Terus tadi kami datang ke poli psikiatri, dibilang kalau besok neurologi ngasih obat," ungkapnya.

Elvinus mengeluhkan kondisi putrinya yang harus bolak-balik ke rumah sakit. Ia berharap Febiona mendapatkan perawatan dan obat yang tepat sehingga tidak harus keluar-masuk rumah sakit.

"Maunya anakku ini dikasihlah pengobatan yang tepat, biar jangan anakku ini kembali lagi bolak-balik ke rumah sakit. Kami pun capek kayak gini, selalu bawa-bawa dia berobat. Itu aja. Dikasihlah, tolonglah dikasih obatnya yang tepat buat anakku ini," pungkasnya.