Situasi cedera tersebut membuat Emilia berpikir ulang untuk kembali ke saptalomba.

Namun, menurut dia, nomor saptalomba memberikan peluang untuk kembali berprestasi karena tidak banyak atlet yang memiliki kemampuan motorik dan daya tahan yang dibutuhkan untuk menjalani tujuh nomor dalam satu rangkaian pertandingan.

"Saya akhirnya turun saptalomba karena melihat peluang. Di saptalomba kayaknya lebih mudah karena tidak banyak orang yang mau capek dan tidak banyak yang motoriknya bagus," kata Emilia.

Keputusan itu kemudian membuahkan hasil. Emilia meraih medali emas saptalomba pada PON Aceh-Sumut 2024 dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya pada SEA Games Thailand 2025.

Emilia merebut emas SEA Games Thailand 2025 dan memecahkan rekor nasional dengan mengumpulkan total 5.497 poin -- melampaui catatan miliknya sendiri, yaitu 5.386 poin yang bertahan sejak SEA Games 2017.

Turun di nomor saptalomba Asian Games di Aichi-Nagoya, ia menyadari nomor tersebut menguras energi karena seorang atlet harus menjalani tujuh disiplin, sehingga persiapannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Menurut Emilia, salah satu hal yang masih perlu ditingkatkan dalam persiapan atlet Indonesia adalah kesempatan mengikuti pertandingan internasional sebagai ajang uji coba.

Ia berharap atlet Indonesia mendapat lebih banyak kesempatan bertanding di luar negeri. Menurut Emilia, kompetisi memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hasil latihan sekaligus membantu atlet mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki.