"Saya dan tim meningkatkan intensitas latihan secara bertahap, terutama untuk mendorong performanya selama balapan. Level latihan saya benar-benar berubah drastis. Selalu ada target peningkatan power dalam setiap latihan," ujar Sayu dalam rilis kepada NadiKabar.

Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Sayu. Sebelum tampil di level Asia dan ASEAN, dia mengaku pernah menganggap Pekan Olahraga Nasional atau PON sebagai level tertinggi yang dapat dicapainya.

"Jujur, saya tidak pernah membayangkan bisa berdiri di Asian Games. Dulu saya berpikir mungkin hanya bisa sampai Porprov atau PON. Saat itu, PON sudah terasa sebagai level tertinggi. Puji Tuhan, ternyata saya bisa sampai SEA Games dan Asian Games untuk terus membawa bendera Merah Putih," katanya.

Pencapaian Sayu ini tak lepas dari dukungan tim pelatih dan tentunya sepeda yang digunakan olehnya. Dua minggu sebelum Asian Games, Sayu juga menerima Polygon Syncline DR terbaru dengan desain khusus berwarna Merah Putih.

Meski telah menggunakan Syncline DR dan prototipenya selama lebih dari satu tahun, ia tetap harus menyesuaikan diri dengan sepeda dan pengaturan terbaru yang akan digunakannya dalam perlombaan.