Ini diakui jadi salah satu alasan Sayu sempat susah tidur sebelum turun di Asian Games 2026.
"Saya bersyukur masih punya kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan sepeda yang baru aku terima sebelum Asian Games. Sempat deg-degan juga karena takut waktunya tidak cukup," kata Sayu.
"Ini bukan balapan Asia biasa, tetapi Asian Games. Semua negara mempersiapkan pebalapnya dengan matang. Jujur, aku sampai susah tidur dan tidak bisa tidur lelap karena sangat nervous."
Pujian datang dari pihak Polygon Bikes sebagai sponsor pribadi Sayu. Produsen sepeda nasional itu mengatakan pencapaian Sayu bukan hanya ditentukan oleh potensi, tetapi juga kemauannya untuk terus berkembang dan menjalani proses sebagai atlet.
"Sejak pertama bertemu Sayu di Bali sekitar tahun 2021, kami sudah melihat potensinya. Namun, yang membuatnya terus berkembang adalah kerendahan hati, kemauan belajar, dan konsistensinya dalam menjalani latihan. Setelah meraih emas SEA Games 2023 dan mengakhiri penantian Indonesia selama 10 tahun di nomor cross-country putri, kini Sayu kembali membawa pulang medali dari Asian Games. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan yang terus ia bangun," ujar Veronica Vivin selaku Brand Marketing Polygon Bikes Indonesia.