Selain itu, ada juga cerita dari pria bernama Malaine, yang telah mengelola salon rambut di 10 Boulevard Magenta, Paris, selama 12 tahun terakhir.
"Saya harus melindungi toko saya untuk malam ini," ujarnya sambil berdiri di depan etalase tokonya yang telah hancur.
Di sampingnya, sang istri-yang juga merupakan manajer salon tersebut-menangis di tengah hamparan majalah yang terinjak-injak, kursi-kursi yang terbalik, dan cermin-cermin yang pecah.
"Mereka mengambil semuanya: peralatan rias, mesin kopi, bahkan mesin kasir. Saya tidak mengerti, kami sama sekali tidak terlibat dalam semua ini," ungkap pria itu dengan mimik kebingungan.
Sebelumnya, diberitakan kerusuhan menghantam Paris. Etalase toko hancur, mobil-mobil hangus terbakar, sepeda-sepeda menjadi arang, serta tumpukan pecahan kaca dan puing-puing berserakan di trotoar kota Paris.