"Anaknya trauma, jadi kita tidak memaksakan mau makan lagi apa tidak. Semoga ke depan tidak terulang lagi, benar dipastikan layak dikonsumsi oleh anak gitu," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Joko Leksono Widodo, mengatakan secara keseluruhan ada 259 siswa yang mengalami mual hingga diare setelah menyantap MBG pada Selasa kemarin.
"Ada secara global dari korban pagi ini 259 bergejala ada mual dan lain-lain," jelasnya ditemui di RSUD Pati.
Joko mengatakan ada 48 siswa yang masih dirawat di rumah sakit. Mereka tersebar di sejumlah rumah sakit. Selain itu ada 138 siswa yang menjalani rawat jalan.
"Yang rawat inap itu ada 48 siswa. RSUD Soewondo ada 23 pasien, RS Mitra Bangsa 12 pasien, KSH 12 pasien dan RS Fastabiq 1 pasien, sedangkan pasien rawat jalan ada 138 siswa," terang dia.
Dia mengatakan ratusan siswa ini diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG. Mereka mengalami gejala mual hingga diare saat malamnya.
"Secara umum yang terkena pada Selasa (8/9) mereka mendapatkan MBG dan jam 10 malam ada gejala," jelasnya.
Keesokan harinya baru sejumlah siswa mengalami gejala yang sama. Akhirnya mereka dibawa ke rumah sakit.