"Kemudian paginya ada 2 yang izin diare, kemudian masuk tidak kuat dan dibawa ke Puskesmas. Di puskesmas sendiri saya memantau dibantu puskesmas lain untuk evakuasi korban," jelas dia.
Untuk memastikan penyebab keracunan MBG, Dinkes Pati telah mengirim sampel makanan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hanya untuk hasilnya masih belum diketahui.
"Kita sudah ambil sampel untuk dikirim ke Semarang. Tunggu saja rilisnya semoga tidak terjadi kuman yang membahayakan dan tidak memberikan efek secara permanen kepada anak-anak, karena memang diare beberapa hari dan sudah bisa pulih," jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan kejadian luar biasa (KLB) usai ratusan siswa dari dua sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati yang diduga keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan siswa yang diduga keracunan secara maksimal.
"Karena menyangkut keselamatan korban dan (jumlah penderita ratusan) kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB)," kata Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra dalam keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (10/9).
Chandra mengatakan adapun untuk pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga terlebih hal ini menyangkut keselamatan korban dan kasus tersebut masuk dalam kategori KLB.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan serta memastikan kondisi mereka terus terpantau," jelas dia.