"Sebagai biarawati yang tetap mengenakan pakaian kebiaraan di kampus Islam, saya merasa senang dan bisa belajar dengan nyaman karena saya diterima apa adanya. Saya tidak dipaksa menggunakan pakaian yang selayaknya digunakan oleh seorang Muslim, tetapi saya masih diperbolehkan tetap menggunakan jubah saya sebagai biarawati dan tetap studi di UAD. Itulah yang membuat saya senang dan bahagia, bahwa artinya saya tetap dihargai meskipun beda agama dengan mereka," jelasnya.
Sikap terbuka dari para dosen dan sesama mahasiswa di ruang kelas membuat proses belajar mengajar berjalan lancar. Dalam kesehariannya di kampus, Sr. Felika pun berusaha membangun komunikasi yang aktif dengan teman-teman seangkatannya.
"Terkait dengan respon dosen dan teman-teman pas pertama kali dan selama kuliah bersama itu menyenangkan. Karena para dosen di UAD itu baik dan sangat toleransi sekali. Apalagi dengan teman-teman, saya tetap mencoba memberikan yang terbaik untuk mereka. Kalau saya mengalami kesulitan, saya terus terang mengatakannya kepada mereka," ungkapnya.