Setelah lulus, minat tersebut terus terjaga. Meski tidak berkarier sebagai atlet, Syafira menyalurkan kegemaran dan ilmunya lewat kontribusi aktif sebagai relawan.

Bagi Syafira, menjadi sukarelawan memberikan eksklusivitas yang tidak bisa ia dapatkan jika hanya menjadi penonton biasa. Peran ini membukakan peluang untuk berada jauh lebih dekat dengan para atlet favoritnya.

Kuncinya ada pada pilihan bidang tugas (job desk) di bagian media, khususnya di area mixed zone.

Area tersebut bersifat khusus, tempat para jurnalis melakukan wawancara doorstop dengan atlet seusai pertandingan. Di situlah Syafira melihat kesempatan emas.