Salah satu warga yang terganggu menurutnya sempat dibentak karena mendatangi lokasi acara dan melayangkan protes. Dia mengatakan beberapa kali mediasi sempat diupayakan oleh pihak-pihak yang terlibat.
"Kemarin ada akhirnya dua kali mediasi, pertama siang yang diprakarsai Pak RW tapi pihak penyelenggara dan yang punya acara nggak hadir sama sekali, hanya perwakilan," sebutnya.
"Lalu malam jam 20.00 WIB di kelurahan diprakarsai oleh Bu Lurah-yang juga udah aku DM dan terangkan panjang lebar-dihadiri juga oleh pihak penyelenggara bersama yang bikin acara," tambahnya.
Dalam rekaman video, Amanda yang memakai daster polkadot terlihat memprotes acara tersebut karena petasan yang dinyalakan tengah malam. Ia menyebutkan anaknya yang berkebutuhan khusus sampai terbangun dan tremor saking kerasnya suara petasan.
Di tengah protes yang ia layangkan, seorang pria datang terkesan menantangnya. Dalam video tersebut Amanda juga menyebut dirinya hendak ditampar oleh salah satu peserta acara.
Sebelumnya, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), melakukan mediasi terkait warga yang mengeluhkan petasan hingga dini hari saat haul keluarga dan Maulid Nabi. Pihak kelurahan menyampaikan bahwa panitia acara haul dan Maulid Nabi tidak mengantongi izin.