Dg Naba lantas memperlihatkan kondisi BBM motornya yang sudah menipis. Dia sekali lagi menegaskan datang ke SPBU karena hanya untuk memenuhi kebutuhan BBM kendaraannya.
"Bukanlah, ini saja tinggal sedikit. Tapi tidak tahu kenapa bisa antre begini, bukan panik ini," ujarnya.
Pengendara motor lainnya, Saldi juga menyampaikan alasan ikut mengantre karena memang kehabisan bensin. Dirinya menampik jika disebut panic buying.
"Bukan, ini karena memang habis, ini sudah merah. Jadi karena memang habis. Yang jelas bukan karena panik, tapi habis," kata Saldi.
Pria asal Kabupaten Selayar itu menyampaikan kondisi seperti ini sudah terjadi satu pekan yang lalu di daerahnya. Bahkan di Selayar untuk penjualan eceran sudah tembus Rp 30 ribu per liter.