"Kalau di Selayar itu saya rasakan sudah 1 minggu yang lalu. Saya kan dari Selayar, kemarin baru tiba di Makassar. Di Selayar lebih parah lagi. Kadang kalau ada yang jual botolan itu pun sudah mahal, Rp 30 ribu satu liter," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan pengendara motor bernama Rifqi. Ia mengatakan tidak wajar jika pengendara motor disebut panic buying dengan kondisi antrean sepanjang ini.

"Saya rasa bukan, kalau panik ini sepeda motor tidak sampai begini antreannya. Kalau mobil mungkin, karena kan banyak tampungannya untuk diisi. Kalau motor kan kebutuhan hari-hari 4 sampai 5 liter," ucapnya.

Ia mengungkapkan fenomena antrean BBM ini terjadi karena puncak dari akumulasi pembatasan BBM kurang lebih 4 hari lalu. Dirinya menegaskan kondisi ini tidak mungkin terjadi kalau sebelumnya tidak dibatasi.

"Saya lihat ini masalahnya karena akumulasi dari 4 hari ini saya rasa mereka menunggu, karena sebelumnya dibatasi," ungkapnya.