Fenomena cuaca basah yang berkepanjangan ini, menurut JMA, disebabkan oleh kombinasi badai topan yang mendekat, front hujan musim gugur yang tidak bergerak, dan palung tekanan rendah.
Seorang pejabat JMA lainnya, Masayuki Kyoda, mengatakan bahwa "pola cuaca yang khas pada bulan ini sebagian disebabkan oleh El Nino", fenomena cuaca yang membawa suhu lebih tinggi di Samudra Pasifik.
El Nino mengubah pola angin, tekanan udara, dan awan, serta dapat mendatangkan hujan lebat di beberapa wilayah dan kekeringan di wilayah lainnya.
"Front hujan musim gugur bertahan lebih lama dari biasanya," ucap Kyoda, merujuk pada musim hujan di Tokyo. Dia menyebut situasi itu bisa terjadi karena sistem tekanan tinggi di Pasifik juga bertahan lebih lama dari kondisi normal.