Dikatakan juga oleh Kyoda bahwa meskipun tidak mungkin mengaitkan fenomena ini secara langsung dengan perubahan iklim, laporan JMA tahun lalu menyimpulkan bahwa "pemanasan global berdampak pada cuaca Jepang dalam jangka panjang, termasuk peningkatan curah hujan".
Perubahan iklim yang dipicu oleh emisi bahan bakar fosil diketahui meningkatkan kelembapan di atmosfer Bumi, sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya hujan lebat.
Musim hujan di ibu kota Jepang biasanya terjadi pada bulan Juni, namun wilayah tersebut terus mengalami hujan sangat deras sepanjang bulan-bulan musim panas, juga dilanda banjir besar di area Tokyo yang lebih luas.
Area pusat Tokyo, menurut JMA, diguyur hujan dengan curah hujan mencapai 629 milimeter sepanjang September hingga Senin (28/9) waktu setempat. Angka itu tercatat lebih tinggi hampir tiga kali lipat dibandingkan level normalnya.