NADIKABAR.COM — Chairman industri pertahanan dalam negeri Republikorp, Norman Joesoef mengatakan kerja sama pertahanan antara Indonesia, Qatar, Türkiye, dan Pakistan dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Badr Initiative dapat menguntungkan Indonesia dari segi penguatan pertahanan.

Menurut Norman, keuntungan yang akan dimiliki Indonesia yakni kesempatan untuk meningkatkan teknologi alutsista dalam negeri, peningkatan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas produksi industri pertahanan dalam negeri.

"Kerja sama ini membuka peluang produksi bersama, penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, serta pelatihan teknis untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan dan membangun rantai pasok yang lebih tangguh," kata Norman dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut Norman yang juga menghadiri penandatanganan kerja sama itu, keempat negara memiliki kapasitas yang dapat saling melengkapi, mulai dari pembiayaan dan investasi, teknologi dan rekayasa teknik, hingga manufaktur dan sumber daya manusia.

Pemanfaatan keunggulan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kapabilitas industri secara lebih terarah, sesuai kebutuhan dan prioritas nasional masing-masing negara.

Selain itu, kata dia, keterlibatan pelaku industri juga sangat diperlukan untuk menerjemahkan kerangka program kerja sama Industri antarnegara.

Kolaborasi yang telah terjalin antara Republikorp dan Barzan Holdings dari Qatar merupakan salah satu contoh kemitraan industri yang dapat menjadi bekal untuk mendukung pengembangan kerja sama Industri pertahanan dalam kerangka Badr Initiative.

Dia berharap tindak lanjut kerja sama itu dapat menghasilkan manfaat konkret bagi seluruh negara peserta.