Edi menambahkan dengan melibatkan 120 sekolah, KOLASE memiliki potensi untuk memperluas praktik pemilahan sampah kepada lebih banyak warga sekolah, memberikan manfaat ekonomi dengan pelibatan 11 mitra bank sampah, sekaligus mengurangi timbulan sampah yang berakhir di TPA.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama, memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di Kota Cilegon. Sebagai Mitra Pertumbuhan, Chandra Asri Group akan terus mendorong kolaborasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," tutur Edi.

Sejalan dalam upaya tersebut, Chandra Asri Group dan Yayasan Bakti Barito turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KOLASE yang diinisiasi oleh DLH Kota Cilegon. Dukungan meliputi penyediaan fasilitas penunjang pengelolaan sampah di sekolah yang diharapkan dapat memperkuat praktik pengelolaan sampah sekaligus membuka nilai ekonomi bagi sekolah dan peserta didik.

Di sisi lain, Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari, mengatakan sekolah merupakan tempat untuk membangun kebiasaan dan karakter generasi muda. Melalui KOLASE, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar mengenai pentingnya memilah sampah, tetapi menjadi ruang untuk mempraktikkan pengelolaan sampah secara langsung dan melihat manfaatnya.

"Pembelajaran yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang dibawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Sejalan dengan komitmen Yayasan Bakti Barito dalam mendukung pendidikan dan lingkungan, kami mendukung KOLASE melalui program Green Guardians sebagai langkah nyata untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan praktik ekonomi sirkular dan memperkenalkan potensi nilai ekonomi dari pengelolaan sampah," kata Dian.

KOLASE diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis sekolah di Kota Cilegon. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri, mengungkapkan 120 sekolah yang kini terlibat dalam program KOLASE merupakan sekolah-sekolah yang telah menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

"Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon sebelumnya melakukan pendekatan kepada sekolah-sekolah yang ingin mengambil bagian dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Ke depan, KOLASE akan terus terbuka bagi sekolah-sekolah lain yang memiliki komitmen dan berminat untuk terlibat, sehingga semakin banyak sekolah dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengelola sampah di Kota Cilegon," ungkap Sabri.