Perluasan program ini memperkuat peran sekolah sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah di tingkat kota. Melalui KOLASE, pelajar, guru dan warga sekolah terlibat dalam pemilahan sampah dari sumber, sementara bank sampah berperan dalam pengumpulan dan pengelolaan material yang telah dipilah untuk masuk ke rantai pemanfaatan.

Perluasan KOLASE menjadi langkah bersama untuk memperkuat peran sekolah dalam pengelolaan sampah sekaligus memperluas praktik pemilahan dari sumber.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, bank sampah, dan berbagai pihak lainnya, program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah, memperluas praktik ekonomi sirkular, dan mewujudkan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Cilegon.

Sejak pelaksanaanya pada 2023, KOLASE terus dikembangkan untuk memperluas keterlibatan sekolah dalam pengelolaan sampah. Pada 2025, program ini telah dilaksanakan di 20 sekolah dan berhasil mengelola 35 ton sampah bersama mitra bank sampah.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar bagi perluasan KOLASE ke ke lebih banyak sekolah di Kota Cilegon, sekaligus menunjukkan potensi sekolah sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber.

Ke depan, keberlanjutan KOLASE diharapkan dapat terus didukung melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga semakin banyak sekolah dan pemangku kepentingan dapat mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem pengelolaan sampah di Kota Cilegon.