NADIKABAR.COM — Pihak keluarga Dini Hardiyanti (30) sempat menaruh kecurigaan kepada Dwi Bagus Martono (40), suami siri yang membunuh Dini dibunuh di Madiun, Jawa Timur. Curiga sempat curiga dari chat yang seolah-olah dikirim oleh Dini.

Kakak Almarhum Dini, Rismono, mengungkapkan kecurigaannya kepada Dwi Bagus sejak keluarga melaporkan 'hilangnya' Dini ke polisi pada 5 Okrtober 2026. Saat itu, Dwi Bagus ikut ke kantor polisi.

Di sisi lain, keluarga juga curiga atas perkataan Bagus yang menyebut seolah-olah Dini tidak ingin dicari dan telah hidup bahagia di Medan, Sumatera Utara.

"Kalau itu kita dari tanggal 5 (Oktober) pertama nyari orang hilang itu kita udah sempat curiga kan. Curiga dia, curiganya karena apa? Karena katanya dia (Bagus) chat, 'Jangan cari saya, saya sudah bahagia di Medan'," kata Rismono (41) kepada wartawan di Bogor, Kamis (5/11/2026).

Rismono mengatakan kecurigaannya juga muncul saat Bagus mengatakan ada di Surabaya. Saat itu, Bagus berkata kepada Rismono bahwa Dini minta untuk dijemput.

"Terus yang kedua dia pernah chat juga katanya di Surabaya. Cuma kan kata dia kata si almarhum di Surabaya itu ya dia chat 'Tolong jemput saya, tapi jangan bilang siapa-siapa.' Cuma kan enggak jadi karena si pelaku ini ngajak istrinya gitu," terangnya.

Namun, Bagus saat itu menyampaikan ke keluarga Dini bahwa dirinya tidak jadi pergi ke Surabaya. Selain itu, Rismono menyadari Bagus kerap menyampaikan perkataan yang berbeda-beda dari sebelumnya.

"Tapi omongan keterangan dia juga udah curiga, nggak mungkin kan. Karena kan ngomongnya itu kan udah nggak jelas ke mana-mana ya, simpang siur kan dari omongan dia gitu," imbuhnya.

Dini Hardiyanti (30) dan Anaknya, AGEF (4) dilaporkan hilang pada 20 September 2026 lalu. Belakangan terungkap, ternyata Dini dan anaknya dibunuh Dwi Bagus di salah satu hotel di Kota Madiun.

Dwi Bagus berupaya menghilangkan jejak pembunuhan dengan memutilasi dan menggiling jasad menggunakan mesin giling. Tak hanya itu saja, Dwi Bagus juga membakar jenazah korban hingga menjadi abu.

Dini merupakan warga asal Bogor, Jawa Barat. Jenazah Dini dan anaknya dipulangkan ke kampung halaman, pada Rabu (4/11) malam.

Pada pagi tadi, Kamis (5/11), jenazah Dini dan anaknya dimakamkan di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jenazah keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat yang berlokasi tak jauh dari rumah.

Prosesi pemakaman keduanya diiringi oleh isak tangis keluarga dan kerabat yang hadir. Sementara itu, prosesi pemakaman ditutup dengan doa bersama untuk keduanya.