Namun, aktivitas tersebut tidak selalu mudah dilakukan apabila informasi hanya disajikan dalam bentuk tulisan.

"Banyak orang datang ke ChatGPT untuk bertanya mengenai produk apa yang bisa mereka beli, mencari inspirasi, dan mengeksplorasi berbagai pilihan. Namun, hal itu sebenarnya cukup sulit dilakukan jika semua yang ditampilkan hanya teks," kata Aarush.

Ia menegaskan bahwa pengguna tentu ingin melihat seperti apa produk yang sedang mereka pertimbangkan.

"Orang-orang ingin melihat seperti apa tampilan produk. Dengan kemampuan ini, kami dapat menyajikan jawaban secara jauh lebih visual dan berharap bisa membantu mereka dengan lebih baik," lanjutnya.

Melalui Intelligent UI, ChatGPT dapat menyusun informasi dalam format visual yang lebih mudah dipahami. Misalnya, menampilkan kumpulan gambar produk atau elemen interaktif yang membantu pengguna mengeksplorasi pilihan.

Kemampuan tersebut membuat pengalaman mencari informasi di ChatGPT menjadi lebih dari sekadar membaca daftar rekomendasi.

Selain belanja, OpenAI juga melihat potensi besar Intelligent UI dalam bidang pendidikan dan pembelajaran.

Dalam demonstrasi yang ditampilkan, ChatGPT mampu membuat simulasi interaktif untuk menjelaskan aturan offside sepakbola hingga diagram yang memperlihatkan bagaimana sayap pesawat menghasilkan gaya angkat.