Lini depan Chelsea sejauh ini tampil sangat klinis. Dari dua pertandingan awal, mereka telah membukukan tujuh gol. Sebelum menumbangkan Brighton, klub London Barat ini lebih dulu mengalahkan Fulham 3-2 di Craven Cottage pada pekan pertama.

Produktivitas ini menjadi kunci utama Chelsea bertengger di papan atas dengan enam poin sempurna. Menariknya, Chelsea tidak perlu mendominasi penguasaan bola untuk menang. Saat melawan Brighton, mereka hanya mencatatkan 26 persen penguasaan bola, namun mampu mengonversi 11 tembakan menjadi empat gol.

Pola serupa terlihat saat menghadapi Fulham, di mana Chelsea hanya memegang 38 persen penguasaan bola tetapi tetap mampu menyarangkan tiga gol. Hal ini menunjukkan betapa mematikannya transisi menyerang yang dibangun Alonso.

Sayangnya, keganasan di depan berbanding terbalik dengan performa di lini belakang. Gawang Chelsea sudah jebol lima kali hanya dalam dua laga. Statistik menunjukkan pertahanan mereka sangat terbuka; total ada 12 tembakan tepat sasaran yang mengarah ke gawang Chelsea dari dua lawan pertama mereka.