NADIKABAR.COM — Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Chicha Koeswoyo menegaskan komitmennya untuk mengawal realisasi bantuan penebusan ijazah yang tertahan bagi warga prasejahtera, sehingga mereka dapat mengakses peluang kerja dan meningkatkan taraf hidup.

Dia mengatakan pendampingan itu diperlukan agar bantuan pendidikan yang disediakan pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Ijazah bukan sekadar selembar kertas, tetapi sebuah harapan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Advokasi terkait program ini perlu dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat kurang mampu," kata Chicha dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dia mengungkapkan program bantuan penebusan ijazah merupakan salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Menurut Chicha, ijazah merupakan dokumen penting untuk memenuhi persyaratan melamar pekerjaan.

Dia pun mengaku menerima banyak permohonan dari warga yang terkendala biaya untuk mengambil ijazah.

Oleh karena itu, kata Chicha, warga yang terkendala biaya untuk mengambil ijazah perlu mendapat pendampingan agar tidak menghambat kesempatan memperoleh pekerjaan.

Selain itu, dia juga meminta pemerintah daerah agar memperluas jangkauan bantuan pendidikan, termasuk melalui pengembangan program sekolah swasta gratis.

"Bantuan pendidikan di Jakarta juga sudah cukup beragam, meliputi berbagai jenjang pendidikan, baik swasta maupun negeri. Ke depan, bantuan pendidikan ini harus diperluas jangkauannya, khususnya perluasan sekolah swasta gratis," ujar Chicha.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bantuan penebusan ijazah bagi warga kurang mampu dapat direalisasikan melalui kolaborasi dengan lembaga pengelola zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya.

"Kolaborasi dengan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting dalam merealisasikan bantuan tebus ijazah agar dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan," pungkas Chicha.