NADIKABAR.COM — Pemerintah China mengucapkan selamat kepada Presiden Lula da Silva yang kembali memenangkan kursi kepresidenan dalam pemilihan umum yang berlangsung ketat.
China mencermati pengumuman dari Mahkamah Pemilihan Umum Brasil mengenai kemenangan Presiden Lula dalam putaran kedua dan menyampaikan ucapan selamat atas hasil tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (26/10).
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva ditetapkan sebagai pemenang pemilihan presiden Brasil, Minggu (25/10) mengalahkan pesaingnya, Flavio Bolsonaro, dalam pemilu yang ketat. Kemenangannya itu membuatnya berhasil memperoleh masa jabatan keempat.
Pengadilan Pemilu Tertinggi (TSE) Brasil mengumumkan Lula berhasil meraup 51,76 persen suara sah, sementara Bolsonaro memperoleh 48,24 persen, selisih empat juta suara lebih.
"China siap bekerja sama dengan Brasil untuk memajukan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama antara China dan Brasil. Kami menghormati pilihan rakyat Brasil," tambah Guo Jiakun.
Hasil tersebut menunjukkan perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah politik Brasil.
Dalam putaran pertama pilpres pada 4 Oktober, Bolsonaro unggul dengan raihan 47,03 persen suara dan Lula hanya mendapat 45,16 persen. Kampanye intensif besar-besaran selama tiga pekan menjelang putaran kedua pilpres pun tak terhindarkan.
Hasil pilpres kali ini menggagalkan upaya keluarga Bolsonaro merebut kembali kursi kepresidenan. Adapun Flavio, senator Brasil yang kini berusia 45 tahun, merupakan anak sulung dari mantan presiden Jair Bolsonaro.
Lula, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Brasil pada 2003-2010 sebelum memenangi masa jabat ketiganya pada 2022, akan memulai masa jabat keempatnya pada 5 Januari 2027.
Lula mengalahkan Senator Flavio Bolsonaro dalam pemilihan presiden putaran kedua dengan meraih 51,79 persen suara sah, atau lebih dari 60 juta suara. Sementara itu, Bolsonaro memperoleh 48,21 persen suara.
Lula pun berjanji untuk memimpin seluruh rakyat, memperkuat posisi negaranya di dunia, serta menjalankan agenda iklim ambisius setelah terpilih kembali pada Minggu malam.
"Tidak ada yang diwajibkan menyukai presiden terpilih, tetapi dia harus memimpin untuk semua orang," kata Lula saat berbicara di hadapan para pendukungnya.
Lula menyampaikan terima kasih kepada rakyat Brasil dan berjanji menghormati seluruh warga, terlepas dari afiliasi politik mereka.
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Menurut portal berita G1, Lula menjadi presiden Brasil pertama yang terpilih untuk empat masa jabatan melalui pemungutan suara langsung. Masa jabatan barunya dijadwalkan dimulai pada 5 Januari 2027.
Tingkat abstain dalam putaran kedua mencapai 19,22 persen, turun dari 21,08 persen pada putaran pertama, menurut data yang dilaporkan Mahkamah Pemilihan Umum Brasil.
Surat suara kosong mencapai sekitar 1,12 persen dari seluruh suara, sedangkan suara tidak sah sebesar 2,12 persen. Keduanya secara keseluruhan mencapai 3,24 persen.
Pemerintahan Lula berikutnya diperkirakan menghadapi oposisi di parlemen serta tekanan untuk menjaga keseimbangan keuangan publik sambil memperluas program sosial.