NADIKABAR.COM — Pemerintah China berharap hasil dari pemilihan legislatif Serbia tetap dapat meneruskan persahabatan tradisional kedua negara.

"Kami sangat mementingkan hubungan China-Serbia dan siap bekerja sama dengan pemerintahan baru Serbia untuk meneruskan persahabatan tradisional dan memperkuat rasa saling percaya di bidang politik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (26/10).

Serbia telah mengalami protes antipemerintah selama dua tahun menyusul ambruknya kanopi di stasiun kereta api di Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang.

Tragedi tersebut memicu unjuk rasa besar-besaran oleh mahasiswa yang menuntut pertanggungjawaban dan langkah konkret terhadap korupsi. Gerakan mahasiswa tersebut kemudian tumbuh menjadi penantang politik terbesar terhadap Partai Progresif Serbia (SNS) pimpinan mantan presiden Serbia Aleksandar Vucic.

Sehingga pada pemilihan legislatif pada Minggu (25/10), Vucic mengakui kekalahan menyusul proyeksi awal hasil pemilu yang menunjukkan koalisi oposisi yang didukung mahasiswa berhasil meraup jumlah kursi terbanyak.