"China menjunjung tinggi prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain serta menghormati pilihan mandiri rakyat di negara-negara tersebut," tambah Guo Jiakun.​​​​​​​

Guo Jiakun juga menyebut China ingin memperluas kerja sama praktis berdasarkan prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan, demi menjaga pertumbuhan hubungan bilateral yang stabil dan berkelanjutan dengan Serbia.​​​​​​​

Vucic menyebut koalisi mahasiswa diperkirakan menguasai 135 hingga 140 kursi di Majelis Nasional Serbia yang beranggotakan 250 orang, sementara koalisi "Serbia Bersatu" pimpinannya hanya akan meraup 105 kursi.

Ia lantas menuding adanya intervensi asing terhadap politik Serbia yang memengaruhi hasil pemilu. Ia juga mengeklaim intervensi negara-negara Eropa dan "negara-dalam-negara yang didukung Amerika" sebagai sebab kekalahannya.

Menurut hasil awal oleh lembaga survei Ipsos dan Center for Free Elections and Democracy (CeSID), koalisi "Mahasiswa Menang" mendapat 52 persen suara dan koalisi "Serbia Bersatu" pimpinan Vucic hanya meraih 39,3 persen.