Zhong Jiangwei, wakil direktur komite pengelola Zona Fungsional Yuanhong di Kawasan Baru Fuzhou (Fuzhou New Area), menuturkan bahwa kedua pihak telah membangun skema pembagian kerja, yang memungkinkan produk pertanian dan perikanan asal Indonesia menjalani pemrosesan awal di dalam negeri, kemudian dikirim ke kawasan industri Yuanhong untuk pengolahan lebih lanjut, sementara barang manufaktur Tiongkok dan produk sumber daya Indonesia diperdagangkan dua arah secara stabil dan rutin. "Kerja sama mendalam semacam ini akan sangat mendorong komplementaritas, berbagi sumber daya, dan hasil yang saling menguntungkan bagi kedua pihak," tuturnya.
"Musim panas merupakan musim puncak bagi industri minuman, produksi dan penjualan sama-sama meningkat pesat," tutur Lin Zhengrong, general manager Fujian Miaotianhui Food Co. Perusahaannya bersama perusahaan-perusahaan lain telah membangun klaster industri kelapa yang lengkap, menghasilkan serpih kelapa, santan, air kelapa, dan minyak kelapa. Menurut Lin, model "bahan baku Indonesia ditambah pengolahan mendalam Yuanhong ditambah pasar global" meningkatkan nilai produk pertanian Indonesia sekaligus menjamin pasokan yang stabil dan berkualitas tinggi bagi produsen Tiongkok.
Pada hari yang sama, perusahaan-perusahaan dari kedua negara menandatangani nota kesepahaman dalam acara promosi khusus, yang mencakup pengembangan bersama kawasan, rantai pasokan dan logistik lintas batas, sepeda motor listrik, infrastruktur pusat data, serta industri budaya. Wanxinda, pengembang kawasan industri ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, menandatangani perjanjian dengan beberapa perusahaan Tiongkok.
Infrastruktur pendukung juga terus berkembang. Zhong mengatakan sebuah platform layanan dua arah Tiongkok-Indonesia sedang terbentuk, dengan pusat sertifikasi halal dan pos layanan di luar negeri yang sudah tersedia, sementara pembangunan Kawasan Industri Subang China Wuyi (China Wuyi Subang Industrial Park) di Indonesia terus berlangsung dengan kecepatan penuh. Jalur pelayaran langsung dari Fuqing ke Surabaya atau Jakarta sedang dipersiapkan dan akan diluncurkan dengan kapal kontainer berkapasitas 600 TEU, sehingga memangkas waktu logistik menjadi kurang dari 10 hari dan menurunkan biaya per kontainer lebih dari 10 persen. Selesai