Dia mengatakan bahwa hubungan China dan Jepang kembali menghadapi "situasi serius" dan perlu "dinormalisasi kembali".
Menlu China itu juga memperingatkan Jepang agar tidak menantang "Konstitusi Perdamaian" pascaperang atau berupaya "merehabilitasi para penjahat perang", sembari menekankan bahwa tahun ini menandai peringatan 80 tahun dimulainya Pengadilan Tokyo -- pengadilan militer untuk mengadili para pemimpin tinggi Jepang atas kejahatan saat Perang Dunia II silam.
Iwaya, yang menjabat Menlu Jepang tahun 2024-2025 dan Menteri Pertahanan tahun 2018-2019, mengatakan bahwa kondisi hubungan bilateral saat ini mengkhawatirkan.