NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata ingin menjadikan batik sebagai bagian dari layanan wisata pengalaman yang dapat dinikmati oleh wisatawan mancanegara.

"Potensi batik sangat menarik karena batik bukan sekadar produk, tetapi juga proses dan filosofi hidup. Ini yang disebut UNESCO sebagai warisan budaya takbenda sejak 2009," kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini kepada NadiKabar di Jakarta pada Rabu.

Made mengemukakan bahwa wisatawan dari negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand umumnya tertarik pada batik karena merasakan kedekatan budaya.

Menurut dia, batik juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dari negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang umumnya menghargai keahlian dan menyukai detail.