Selain itu, batik dinilai menarik bagi wisatawan dari negara Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Prancis yang menyukai budaya dan slow fashion maupun pelancong dari Amerika dan Australia yang menyukai cerita.
Made mengemukakan perlunya upaya untuk meningkatkan pengenalan batik kepada wisatawan asing serta mendorong pemasukan kampung batik ke dalam rencana perjalanan wisata agen perjalanan.
Di samping itu, menurut dia, upaya regenerasi perlu dilakukan untuk menghadirkan lebih banyak perajin batik muda guna mendukung pengembangan pelayanan pariwisata pengalaman yang mencakup batik dan kegiatan membatik.
Guna mendukung pengembangan layanan pariwisata yang mencakup batik, Kementerian Pariwisata menjadikan batik sebagai bagian dari program Desa Wisata Budaya dan Desa Wisata Batik.