Kampung Batik Kauman dan Laweyan di Solo, Desa Wisata Batik Giriloyo di Yogyakarta, Kampung Batik Pesindon dan Kauman di Pekalongan, Desa Wisata Batik Trusmi di Cirebon, serta Kampung Batik Lasem di Rembang menjadikan batik sebagai daya tarik utama.
Pemerintah menyediakan dukungan berupa pelatihan penyelenggaraan layanan penginapan, pemasaran digital, pembuatan e-katalog, serta penerapan Kebersihan, Keamanan, Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) kepada para pengelola desa wisata.
Made menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata juga aktif mempromosikan batik baik di dalam maupun luar negeri.
Kementerian Pariwisata memasukkan Festival Batik Pekalongan dan Solo Batik Carnival dalam Kharisma Event Nusantara, mengadakan pameran wastra, mempromosikan batik dalam kampanye #DiIndonesiaAja dan Wonderful Indonesia, serta memfasilitasi peserta program perjalanan wisata pengenalan merasakan pengalaman membatik.