Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan utang publik Laos mencapai sekitar 81% dari PDB tahun lalu, sementara China menjadi kreditor bilateral terbesar negara tersebut.
Pada 2020, perusahaan milik negara China, China Southern Power Grid, dilaporkan mengakuisisi 90% saham Electricite du Laos Transmission Company, perusahaan yang mengoperasikan sebagian besar jaringan transmisi listrik Laos.
Kehadiran militer China yang lebih permanen di Laos juga berpotensi menambah dimensi baru dalam persaingan strategis Beijing dan Washington di Asia Tenggara.
Amerika Serikat sejauh ini masih memiliki akses militer yang jauh lebih luas di kawasan Indo-Pasifik, terutama melalui aliansinya dengan Filipina, Jepang, dan Australia.
Secara historis, Beijing tidak memiliki jaringan fasilitas luar negeri yang sebanding. Namun, Ban Keun bersama dengan Ream berpotensi secara bertahap memperkecil kesenjangan tersebut dengan menyediakan lokasi tambahan bagi militer China untuk berlatih, merawat peralatan, dan mungkin menyimpan persediaan.
Peneliti senior di Australian Strategic Policy Institute, Euan Graham, mengatakan kepada DW bahwa perkembangan tersebut terutama mengkhawatirkan bagi Vietnam.
Hanoi dan Beijing tetap memiliki hubungan erat, baik antar pemerintah maupun secara ekonomi. Namun, keduanya tetap menjadi rival di Laut China Selatan, tempat klaim teritorial yang tumpang tindih berulang kali memicu ketegangan.
Vietnam juga secara tradisional memandang Laos dan Kamboja sebagai zona penyangga strategis di sepanjang sisi barat wilayahnya. Selama puluhan tahun, Hanoi berupaya mempertahankan pengaruh politik dan militer yang signifikan di kedua negara.
"Hanoi selalu memandang Semenanjung Indochina sebagai bagian dari lingkup pengaruhnya, yang berfungsi sebagai zona penyangga terhadap agresor eksternal, terutama mengingat wilayah tengah Vietnam yang sempit," kata Graham. "Kini, Vietnam dihadapkan pada kemungkinan mengkhawatirkan akan terkepung secara strategis oleh China. Pangkalan udara baru di Laos tentu saja akan mempersulit perencanaan pertahanan Vietnam."
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan agar arti strategis Ban Keun tidak dilebih-lebihkan. Kondisi geografis Laos dinilai membatasi nilai militer fasilitas tersebut.