Hidrogen yang diproduksi menggunakan listrik dari sumber terbarukan dapat membantu mengurangi emisi karbon, meskipun biaya yang tinggi serta tantangan dalam penyimpanan dan pengangkutan hidrogen masih menjadi hambatan untuk penerapannya yang lebih luas.
Menurut data resmi, China telah menjadi produsen sekaligus konsumen hidrogen terbesar di dunia, dengan output melampaui 39 juta ton pada 2025.
Berdasarkan kebijakan yang diterbitkan pada Maret, China menargetkan untuk memiliki 100.000 kendaraan sel bahan bakar secara nasional pada 2030, sementara setiap klaster kota dapat menerima dana insentif dari pemerintah pusat hingga sebesar 1,6 miliar yuan (1 yuan = Rp2.698) untuk periode percontohan selama empat tahun.