Televisi pemerintah China, CCTV, pada Selasa (13/10) menyebut mereka sebagai "kelompok kriminal paling kejam di Myanmar bagian utara", yang telah membentuk "segitiga besi untuk aktivitas kriminal yang melibatkan unsur politik, militer, dan bisnis".

Klan Wei digambarkan mengoperasikan 14 markas scam online "berskala besar" dan memikat banyak warga China ke Myanmar dengan janji palsu berupa upah tinggi. Laporan CCTV menyebutkan bahwa kepolisian menemukan jenazah para korban dalam kondisi terikat rantai besar dan terdapat bekas lubang peluru pada tengkorak mereka. Anggota klan Wei pertama kali didakwa pada Oktober 2025.

Pada Januari lalu, otoritas China telah mengeksekusi mati 11 terpidana, termasuk anggota "kelompok kriminal keluarga Ming" yang juga mengoperasikan sindikat scam online.

Kemudian pada Februari, Beijing mengeksekusi mati empat anggota klan Bai yang dikenal kejam, yang dinyatakan bersalah atas berbagai tindak kejahatan, termasuk "penipuan, pembunuhan berencana, penganiayaan berat, penculikan, dan pemerasan".