NADIKABAR.COM — Industri makanan olahan sering disorot terkait aspek kualitas produk hingga dampak terhadap kesehatan. Namun yang seringkali luput adalah proses kontrol ketat (quality control/QC) yang dilakukan secara konsisten oleh produsen, mulai dari pemilihan bahan baku hingga standar proses produksi untuk memastikan keamanan dan kesehatan makanan olahan untuk dikonsumsi.
Secara sederhana, pengolahan pangan merupakan proses mengubah bahan pangan dari bentuk asalnya menjadi produk yang lebih aman, tahan disimpan, praktis dan atau siap untuk dikonsumsi. Proses termasuk memasak, pembekuan, fermentasi hingga melakukan pasteurisasi pada dasarnya merupakan bentuk pengolahan pangan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Oleh sebab itu, memahami sebuah produk pangan tidak cukup hanya dengan melihat apakah produk tersebut termasuk makanan olahan. Bahan baku yang digunakan hingga proses produksi, kandungan nutrisi, metode penyimpanan, hingga bagaimana produk tersebut dikonsumsi menjadi faktor yang juga perlu diperhatikan.
Dalam industri pangan modern, kualitas produk bahkan sudah dimulai jauh sebelum makanan sampai ke konsumen akhir. Bahan baku dipilih dan proses produksi menjadi bagian penting untuk menjaga keamanan sekaligus konsistensi kualitas makanan.
Prinsip tersebut menjadi pendekatan utama yang diterapkan dalam produksi makanan konsumen. CEO Consumer Food Cimory Group, Axel Sutantio yang membawahi bisnis makanan konsumen termasuk sosis dengan merek Kanzler.
"Bahan bakunya harus benar, kemudian prosesnya harus benar, baru bisa menghasilkan produk yang baik," kata CEO Consumer Food Cimory Group, Axel Sutantio yang membawahi bisnis makanan konsumen termasuk sosis dengan merek Kanzler dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).