NADIKABAR.COM — Senior Fellow Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta menilai kepastian regulasi dan efisiensi pelayanan perizinan penting untuk menjaga momentum penguatan industri yang tercermin dari peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) pada Oktober 2026.
Menurut dia, kepastian kebijakan serta proses perizinan yang cepat dan transparan diperlukan agar pelaku usaha dapat memanfaatkan peningkatan permintaan pasar melalui ekspansi produksi maupun realisasi investasi baru.
"Momentum ini perlu dijaga dengan terus mengedepankan kepastian kebijakan serta penerapan service level agreement (SLA) yang semakin baik untuk perizinan berusaha," ungkap Krisna dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Momentum penguatan manufaktur tersebut tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global mencapai level 54,0 pada Oktober 2026 yang merupakan tertinggi sejak Maret 2024.
Sementara itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meningkat 1,84 poin menjadi 53,77, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Februari 2026.