NADIKABAR.COM — Manusia adalah makhluk sosial. Kita membutuhkan teman untuk berbagi kebahagiaan dan mendukung kita saat dalam kondisi sulit. Hubungan pertemanan yang positif bisa membuat hidup kita lebih baik.
Sayangnya, tidak semua pertemanan bisa mendatangkan kebaikan. Beberapa diantaranya memiliki sifat buruk yang bisa menguras tenaga dan pikiran kita. Berikut adalah ciri-ciri teman toxic yang perlu dihindari.
Persahabatan dibangun dari rasa percaya. Kepercayaan dapat hilang ketika memiliki teman yang suka menyebarkan rahasia kita ke orang lain atau menceritakan hal-hal buruk tentang kita di belakang.
WebMD menyarankan untuk memutuskan hubungan dengan teman yang tidak bisa dipercaya. Hilangnya kepercayaan akan mendatangkan rasa tidak nyaman untuk terbuka dan rasa khawatir yang berlebihan.
Perilaku kasar dari seorang teman terkadang sulit dikenali, khususnya dari teman dekat. Perbuatan ini terkadang disamarkan sebagai candaan sehingga batasnya menjadi kabur. Meskipun begitu, teman yang melakukannya secara terus-menerus hingga mengganggu kesehatan mental dan merendahkan harga diri seseorang sebaiknya dihindari.
Perlakukan kasar bukan hanya berbentuk fisik seperti dipukul. Sering merendahkan atau melontarkan kata-kata kasar terhadap kita juga bisa menjadi tanda yang patut diwaspadai.
Suka membandingkan dengan orang lain
Teman yang buruk biasanya suka membandingkan temannya dengan orang lain dan mencari-cari kekurangannya. Mereka cenderung akan mengomentari penampilan, gaya hidup, pencapaian, atau hal-hal lain yang dimiliki temannya.
Tujuan mereka melakukan perbandingan adalah untuk menyiratkan bahwa temannya lebih rendah dari orang lain. Padahal, setiap orang mempunyai perbedaan dan keunikan masing-masing yang tidak bisa dibandingkan dengan orang lain.
Melansir dari Psychology Today, teman yang toxic biasanya akan membuat emosi kita naik turun seperti roller coaster. Terkadang sikapnya bisa sangat baik lalu tiba-tiba berubah dalam sekejap menjadi menyebalkan tanpa alasan yang jelas.
Perubahan sikap yang spontan bisa membuat seseorang terus cemas dan memikirkan apakah temannya sedang marah atau tidak menyukainya. Situasi yang tidak bisa diprediksi ini lama kelamaan akan membuat kita ragu kepadanya.
Selalu membicarakan tentang dirinya
Teman yang datang hanya saat mereka sedang membutuhkan bantuan kita dan menghilang saat kita sedang menghadapi masalah sulit adalah tanda teman yang toxic.
Mereka juga cenderung bercerita tentang dirinya sendiri secara terus menerus tanpa memperdulikan orang lain. Teman yang baik akan melakukan komunikasi dua arah dengan memberikan perhatian dan hadir di situasi terendah kita.
Pertemanan bukan mencari siapa yang lebih unggul. Hubungan pertemanan seharusnya bisa saling mendukung dan ikut merasa senang ketika salah satunya berhasil.
Teman yang toxic biasanya akan cemburu ketika melihat temannya memberi kabar baik. Setiap pencapaian yang didapatkan temannya akan terlihat sebagai persaingan. Mereka juga akan membandingkan dengan keberhasilan dalam hidup mereka dan menunjukkan bahwa dirinya lebih baik.