Sejak gencatan senjata, puluhan bangunan di Gaza yang diserang pasukan zionis Israel ambruk menimpa penghuninya. Sementara, masyarakat setempat mengalami krisis tempat tinggal yang akut akibat dibatasinya logistik tempat tinggal sementara.
Ancaman yang muncul tak terbatas pada bangunan yang ambruk, mengingat serangan Israel mengakibatkan ribuan bangunan mengalami kerusakan atau keretakan parah. Paparan hujan, angin, dan cuaca buruk meningkatkan risiko runtuhnya bangunan rusak tersebut.
Menurut temuan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan hak tempat tinggal pada Februari lalu, lebih dari 200.000 ton bahan peledak dijatuhkan di Jalur Gaza dalam kurun dua tahun.
Pemantauan satelit oleh Pusat Satelit PBB UNOSAT per 16 Juni 2026 juga memperlihatkan sejumlah 201.290 bangunan, setara dengan 82 persen dari seluruh bangunan di Jalur Gaza, rusak akibat perang.