OpenAI menyatakan telah menyelesaikan masalah yang ditemukan Hacktron AI dan memastikan tidak ada lagi kerentanan.

Insiden ini terjadi beberapa minggu setelah agen AI milik OpenAI diketahui juga sempat melakukan serangan pada sistem platform untuk berbagi model AI terbuka, Hugging Face, saat menjalani evaluasi keamanan.

Temuan demi temuan ini menggambarkan bagaimana teknologi siap pakai ternyata dapat digunakan untuk menemukan kerentanan bahkan pada infrastruktur perusahaan yang paling canggih sekalipun.

Pakar keamanan siber menyoroti hal ini dan menyebutkan situasi tersebut justru harus membuat siapa pun yang sudah terbiasa memanfaatkan AI tidak boleh lengah terhadap keamanan sibernya.

β€œDengan biaya 200 dolar AS (sekitar Rp3,5 jutaan) per bulan, siapa pun dapat menggunakan alat-alat ini dan meretas perusahaan seperti OpenAI,” kat CEO perusahaan keamanan AI Gray Swan, Matt Fredrikson.

Matt lebih lanjut mengatakan,β€œJika hal itu bisa terjadi pada mereka β€” dan saya rasa mereka tidak mengabaikan aspek keamanan siber akhir-akhir ini β€” hal itu bisa terjadi pada siapa pun.”

Kembali membahas kasus peretasan sistem OpenAI oleh Claude ini, yang perlu diperhatikan ialah langkah para peneliti yang mengungkap bahwa model Claude yang mereka gunakan β€” versi khusus Opus 4.8 yang tersedia untuk peneliti keamanan siber β€” awalnya tidak dapat membuat eksploitasi yang berfungsi.

Hal itu berubah dalam semalam, ketika Anthropic merilis Opus 5.