Ada berbagai tahapan yang perlu dilalui tim mahasiswa UB untuk mengubah limbah biomassa kulit pisang jadi produk rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi. Awalnya, tim melakukan ekstraksi kulit pisang terlebih dahulu.

Setelah diekstrak, formulasi deterjen cair mulai dilakukan. Proses formulasi dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan berbagai komponen aktif, seperti enzim lipase yang berguna dalam mendukung kemampuan pembersihan deterjen.

Usai produk jadi, tim melakukan tahap ketiga yakni pengujian karakteristik produk. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kestabilan produk dan menjadi dasar dalam melakukan penyempurnaan formulasi.

"Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan karakteristik produk selama penyimpanan, sehingga tim terus melakukan optimasi untuk memperoleh formulasi yang lebih stabil," urai UB.