Dia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas KSM menjadi kunci agar infrastruktur tata kelola air, mulai dari embung hingga sumur resapan di enam provinsi tiga di antaranya Jawa Tengah, NTB, dan NTT, dapat dirawat secara komunal tanpa bergantung pada pihak luar.
"Ada enam, satu embung tadah hujan seluas 1,5 hektare di Desa Doho yang mampu menampung air 15.872 meter kubik. Untuk sumur resapan kami membangun banyak titik, dalam satu kawasan biasanya 600 sampai 700 sumur resapan," kata dia.
Ke depan, dia menambahkan bahwa selain infrastruktur pertanian dan pemanenan air tanah, model pemberdayaan ini juga diterapkan pada program akses air bersih yang menyasar permukiman informal di Kota Solo, Medan, dan Surabaya.