Soal gaya permainan, Como berkiblat kepada Barcelona. Kebetulan, pelatih Como, Cesc Fabregas, merupakan alumni Barcelona dan akademi La Masia.
"Jika Anda berbicara tentang perekrutan, jelas Brighton dan Brentford telah menjadi model yang dilirik oleh semua orang," ujar Mirwan dikutip dari Football Italia. "Namun, kami memulainya dari DNA. Seperti apa gaya sepak bola kami? Bagaimana cara kami ingin bermain? Sehingga gaya tersebut tetap bertahan, bahkan jauh setelah terjadinya banyak pergantian di posisi pelatih."
"Dalam hal DNA sepak bola, kami ingin menjadi seperti Barcelona. Kami ingin memiliki fokus pada penguasaan bola, high pressing, serta possession, yang merupakan sepak bola atraktif. Pada saat yang sama, kami mencoba menemukan pemain-pemain yang undervalued (harganya di bawah nilai pasar) untuk disesuaikan ke dalam unit tim menggunakan model yang sama seperti yang dilakukan Brighton atau Brentford," kata dia menambahkan.