Andi Rahim menambahkan segala kritik yang mengatakan bahwa wilayah 3T dibangun tanpa APBD justru menjadi bukti nyata kecerdasan dan keberhasilan diplomasi tingkat tinggi yang dibangun untuk Lutra. Ia menyebut salah satu wilayah yang disentuh melalui strategi creative financing adalah Kecamatan Rongkong.
"Alhamdulillah, sejumlah ruas jalan di kecamatan tersebut kini berhasil dibangun berkat sinergi dan kolaborasi bersama investor, di mana dana CSR perusahaan disalurkan secara efektif untuk membuka akses jalan di sana, begitu pun di Seko. Kehadiran Jembatan Bailey adalah buah contoh dalam merajut hubungan harmonis dengan Pemprov, sehingga jembatan tersebut dapat diwujudkan," katanya.
Andi Rahim juga turut menyinggung mengenai penanganan banjir berkepanjangan di Malangke Lutra.
Melalui strategi creative financing, Andi Rahim mengatasi persoalan banjir tahunan dengan mendatangkan APBD Provinsi untuk perbaikan tanggul.
"Creative financing ini merupakan langkah improvisasi yang strategis untuk merespons arahan pemerintah pusat. Langkah ini mencakup percepatan implementasi berbagai kebijakan pusat, termasuk membangun kolaborasi multipihak melalui kerja sama yang sangat erat. Inilah bentuk kreativitas kami dalam menerjemahkan serta menindaklanjuti setiap kebijakan pusat," jelasnya.
Andi Rahim menegaskan pembangunan infrastruktur membutuhkan strategi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan dukungan pendanaan.
"Intinya, kita membangun dengan otak, hati, dan jaringan yang begitu kuat di seluruh tingkatan level pemerintahan. Kritik yang dilayangkan kepada pemda pada hakikatnya bentuk kepedulian. Infrastruktur dibangun melalui lobi-lobi yang cerdas di pemerintah pusat, provinsi, serta investor," pungkasnya.