Pakar Gambut IPB University Prof Dr Suria Tarigan menyoroti keterkaitan antara hidrologi, karakteristik gambut, dan pemilihan komoditas. Pemilihan komoditas yang kompatibel dengan hidrologi gambut berpotensi mengurangi kebutuhan drainase berlebihan.
"Dalam konteks ini, memiliki relevansi karena toleransinya terhadap kondisi lahan basah dan genangan," katanya.
Dari perspektif industri, Direktur Utama PT Bangka Asindo Agri Fidrianto membagikan pengalaman mengembangkan industri sagu sirkular dengan pendekatan zero waste.
Ia menunjukkan bahwa sagu memiliki potensi sebagai komoditas yang menghubungkan pemanfaatan ekonomi dengan pengelolaan lanskap gambut secara lebih berkelanjutan.
Sementara itu, dari Wageningen University and Research (WUR) Belanda Dr Aritta Suwarno menekankan bahwa valorisasi gambut perlu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang yang tetap memperkuat fungsi ekologis.