Setidaknya ada 21 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang diperkirakan terdampak potensi cuaca ekstrem. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Pacitan, Nganjuk, Ponorogo, Magetan, Kota Batu, serta wilayah kota dan kabupaten di Pasuruan, Kediri, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Mojokerto.
Lebih lanjut, Taufiq menambahkan cuaca ekstrem ini dipicu oleh fenomena gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur dan pola pertemuan angin (konvergensi).
Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak adanya gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation yang melintasi wilayah Jawa Timur dan pola pertemuan angin. Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil," kata Taufiq,
BMKG juga menjabarkan sejumlah parameter hasil analisis cuaca terkini yang memicu kondisi ekstrem. Berdasarkan analisis angin gradien 3000 feet pada 1 November 2026, angin dominan bergerak dari arah tenggara menuju selatan dengan kecepatan di wilayah Jawa Timur mencapai hingga 25 knot.